Surat Untuk Kawan

Hai kawan.

Apa kabar?

Aku yakin kalian sedang sangat kacau saat ini.

Ya, aku juga.

Kita.

Apa yang sedang terjadi dengan kita akhir-akhir ini?

Kalau kata Monks dalam buku perkembangannya, kita sedang dalam tahap menyelesaikan satu tugas perkembangan kita.

Menjadi galau, resah, gelisah dalam melewati sebuah fase agar kita menjadi berkembang.

Ibarat ulat sebelum menjadi kupu-kupu, fase menjadi kepompong adalah fase yang berat.

Iya, barangkali kita dalam fase kepompong.

Melihat dunia dari dalam suatu kubah yang tertutup serat warna-warni.

Seperti melihat mozaik yang indah, namun kadang membingungkan, bentuk apa yang sebenarnya sedang kita lihat.

Menunggu waktu sampai akhirnya kepompong itu terbuka dan sang ulat berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

Sebuah proses yang panjang.

Kita juga sedang berproses menjadi kupu-kupu.

Menjadi kupu-kupu bagi diri kita sendiri.

Bukan sekedar menjadi cantik rupawan dan terbang hinggap di bunga-bunga.

Kupu-kupu juga membantu penyerbukan agar bunga-bunga tetap tumbuh mekar di mana saja.

Tempat ulat untuk tumbuh dan berkembang biak

Sebuah sirkulasi alam yang akan selalu sama.

Sama halnya dengan kita, kawan.

Sirkulasi perkembangan kehidupan kita juga akan sama seperti ulat yang menjadi kupu-kupu.

Barangkali ada rasa takut ketika ulat menjadi kepompong.

Takut akankah ia bisa benar-benar berubah menjadi kupu-kupu yang memiliki sayap indah atau hanya akan berakhir mati di dalam kepompong.

Tapi, ulat yang menjadi kepompong terus bersabar di dalam kubahnya.

Karena ulat dalam kepompong selalu percaya, bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah indah.

Kawan, akankah kalian juga berpikir seperti itu?

Menjadi takut, galau, resah, gelisah di dalam berproses untuk berkembang menjadi indah?

Iya. Aku yakin iya.

Karena aku juga.

Kita.

Tapi, aku belajar dari ulat. Aku belajar dari ulat yang berubah menjadi kepompong dan menjadi kupu-kupu.

Aku tak berharap menjadi kupu-kupu yang indah.

Aku berusaha dan bersabar menjadi kupu-kupu yang indah.

Iya, berat. Akan sangat berat.

Kalian juga menyadarinya„ kawan.

Bahwa setiap tahap perkembangan itu berat.

Bagaimana keyakinan kita pada usaha dan sabar, akan diuji dalam setiap tahap adalah proses pembentukan diri hingga menjadi kupu-kupu.

Kawan, aku harap kalian juga akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

Mengepakkan sayap di antara bunga-bunga.

Membantu penyerbukan bunga-bunga.

Menjaga sirkulasi perkembangan hidup sebagaimana mestinya.

Jangan menyerah pada rasa takut, galau, resah, dan gelisah terus-menerus kawan.

Jangan menyerah.

Tetaplah yakin bahwa usaha dan kesabaran kepompong itu akhirnya akan berbuah manis.

Karena aku yakin, dimanapun kita terbang menjadi kupu-kupu, kita akan kembali lagi menjadi ulat.

Kita akan selalu berproses kawan.

Dan kita akan selalu berkembang.

Selamat berproses kawan.

Selamat menjadi kepompong.

Semoga kalian menjadi kupu-kupu yang indah.

Chit chat bersama inchou selalu menghasilkan pemikiran2 ajaib.
How to laugh out loud to our ordinary life.
Hal-hal sederhana bisa jadi obrolan yg panjang&ajaib.
Sasuga inchou!
XDD – View on Path.